Langsung ke konten
AI Tech

Gemini Live Makin Canggih, Ini Tips Pakai AI Agentik dari Google

Gemini Live kini hadir dengan fitur agentik, Daily Brief, Spark, dan pengelolaan email lewat suara. Simak cara menggunakan AI Google untuk bantu kerja harian.

gusti Diperbarui
Gemini Live kini hadir dengan fitur agentik, Daily Brief, Spark, dan pengelolaan email lewat suara (Dok : Ist).
Gemini Live kini hadir dengan fitur agentik, Daily Brief, Spark, dan pengelolaan email lewat suara (Dok : Ist).

KABARINDONESIA.ID -- Cara menggunakan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) mulai berubah. Jika sebelumnya pengguna terbiasa mengetik prompt, menunggu jawaban, lalu mengerjakan sendiri langkah berikutnya, kini AI mulai diarahkan menjadi asisten digital yang bisa membantu menjalankan tugas.

Perubahan itu terlihat dari pembaruan besar Gemini Live yang diumumkan Google pada 26 Agustus 2026.

Melalui pembaruan ini, Gemini Live tidak hanya bisa diajak berbicara secara natural, tetapi juga mulai diberi kemampuan agentik. Artinya, pengguna dapat menyampaikan kebutuhan dengan bahasa sehari-hari, lalu AI membantu memahami konteks, memilih tool yang tepat, dan mengerjakan tugas di berbagai layanan Google.

Google dalam pengumuman resminya menyebut Gemini Live kini bergerak lebih jauh dari sekadar percakapan.

“Gemini Live is moving beyond conversation to handle complex tasks on your behalf,” tulis Google.

Fitur ini membuka cara baru menggunakan AI. Pengguna tidak hanya bertanya, tetapi juga bisa meminta bantuan untuk mengelola agenda, merangkum email, menata ide, hingga menjalankan pekerjaan lintas aplikasi.

1. Gunakan Gemini Live untuk Daily Brief

Salah satu fitur yang bisa dimanfaatkan adalah Daily Brief.

Fitur ini membantu pengguna mendapatkan ringkasan harian berdasarkan informasi penting dari Google Calendar dan Gmail.

Misalnya, pada pagi hari sebelum berangkat kerja, pengguna bisa bertanya:

“Apa agenda penting saya hari ini?”

Gemini dapat menggabungkan jadwal di Calendar dan informasi penting dari Gmail menjadi satu ringkasan harian. Dengan begitu, pengguna tidak perlu membuka banyak aplikasi hanya untuk mengetahui jadwal rapat, pesan penting, atau hal yang perlu diprioritaskan.

Cara ini cocok digunakan oleh pekerja kantoran, pelaku usaha, mahasiswa, jurnalis, hingga kreator konten yang memiliki agenda padat setiap hari.

Tipsnya, gunakan pertanyaan yang jelas dan langsung pada tujuan. Misalnya:

“Apa saja agenda saya hari ini?”

“Apa yang paling penting saya kerjakan pagi ini?”

“Tolong rangkum jadwal dan email penting saya hari ini.”

Dengan instruksi seperti itu, Gemini Live dapat membantu menyusun prioritas harian secara lebih cepat.

2. Kelola Email Lewat Percakapan Suara

Gemini Live juga mulai diarahkan untuk membantu pengelolaan inbox secara hands-free atau tanpa harus banyak mengetik.

Pengguna bisa bertanya:

“Ada email penting yang perlu saya perhatikan?”

Dari pertanyaan tersebut, Gemini dapat mencari, merangkum, dan membantu memilah email penting di Gmail.

Bahkan, Google menyebut pengguna dapat melakukan sejumlah tindakan melalui suara, seperti mencari email, merangkum pesan, memberi bintang, mengarsipkan, atau menghapus pesan tertentu.

Fitur ini dapat membantu pengguna yang sering kewalahan membaca banyak email setiap hari.

Namun, untuk tindakan penting seperti menghapus email, mengarsipkan pesan kerja, atau menindaklanjuti email klien, pengguna tetap perlu memeriksa ulang sebelum mengambil keputusan.

AI bisa membantu mempercepat pekerjaan, tetapi kontrol akhir tetap harus berada di tangan pengguna.

3. Ubah Ide Acak Jadi Outline dengan Spark

Fitur lain yang menarik dari pembaruan Gemini Live adalah integrasi dengan Spark.

Spark memungkinkan pengguna menuangkan ide secara spontan melalui suara, lalu AI membantu mengolahnya menjadi kerangka yang lebih terstruktur.

Misalnya, pengguna sedang memikirkan konsep seminar dan berkata:

“Saya sedang memikirkan seminar tentang AI untuk pendidikan. Topiknya antara guru, siswa, etika, dan bagaimana AI sebaiknya digunakan di sekolah...”

Dari ide yang masih acak tersebut, Spark dapat membantu mengelompokkan gagasan utama dan menyusunnya menjadi outline di Google Docs.

Fitur ini berguna bagi pengguna yang sering memiliki ide, tetapi kesulitan merapikannya menjadi struktur tulisan, proposal, materi presentasi, atau rencana kerja.

Bagi pekerja media, fitur seperti ini bisa dimanfaatkan untuk membuat kerangka artikel, daftar pertanyaan wawancara, konsep liputan, atau ide konten media sosial.

Sementara bagi mahasiswa dan dosen, Spark dapat membantu menyusun outline makalah, bahan diskusi, rancangan presentasi, atau agenda kelas.

4. Manfaatkan untuk Pekerjaan Multi-Step

Gemini Live juga menunjukkan arah baru AI sebagai asisten yang dapat menangani pekerjaan multi-step.

Artinya, pengguna tidak hanya memberi satu perintah sederhana. Pengguna bisa menyampaikan tujuan yang lebih besar, lalu AI membantu memecahnya menjadi beberapa langkah.

Contohnya:

“Tolong bantu siapkan bahan rapat besok. Cek email terkait agenda, rangkum poin pentingnya, lalu buat outline dokumen di Google Docs.”

Dengan kemampuan lintas aplikasi, Gemini dapat diarahkan untuk membantu pekerjaan yang melibatkan Gmail, Calendar, Docs, Sheets, Drive, dan web.

Inilah yang disebut sebagai AI agentik. Polanya tidak lagi hanya “pengguna bertanya, AI menjawab”.

Pola barunya adalah pengguna berbicara, AI memahami konteks, memilih tool yang dibutuhkan, lalu membantu mengerjakan tugas.

5. Aktifkan Connected Apps Terlebih Dahulu

Meski terdengar praktis, fitur seperti ini tidak otomatis berjalan begitu saja.

Pengguna perlu memberikan izin terlebih dahulu melalui pengaturan Connected Apps atau Personal Intelligence di Gemini.

Izin ini penting karena Gemini membutuhkan akses ke aplikasi tertentu untuk bisa membaca jadwal, menemukan email, membuka dokumen, atau membantu pekerjaan lintas layanan Google.

Tanpa izin pengguna, Gemini tidak dapat begitu saja mengakses Gmail, Calendar, Drive, Docs, atau aplikasi lain.

Karena itu, sebelum menggunakan Gemini Live untuk pekerjaan produktivitas, pastikan pengaturan koneksi aplikasi sudah sesuai kebutuhan.

Pengguna juga perlu memahami data apa saja yang dapat diakses, bagaimana data digunakan, dan apakah fitur tersebut cocok untuk kebutuhan pribadi atau organisasi.

6. Perhatikan Paket dan Ketersediaan Fitur

Hal lain yang perlu diperhatikan, tidak semua fitur Gemini Live tersedia untuk semua pengguna.

Sebagian fitur diluncurkan secara bertahap. Ketersediaannya dapat bergantung pada wilayah, bahasa, jenis akun, dan paket Google AI yang digunakan.

Google menyebut Spark tersedia untuk pelanggan Google AI Pro atau paket yang lebih tinggi. Sementara Daily Brief tersedia untuk pelanggan Google AI Plus atau lebih tinggi.

Artinya, pengguna perlu mengecek langsung di aplikasi Gemini atau pengaturan akun masing-masing untuk memastikan fitur yang tersedia.

Jangan langsung mengandalkan fitur tertentu untuk pekerjaan penting sebelum memastikan fitur tersebut sudah aktif di akun yang digunakan.

7. Tetap Periksa Hasil Kerja AI

Meski Gemini Live bisa membantu banyak pekerjaan, pengguna tetap perlu berhati-hati.

AI dapat salah memahami instruksi, melewatkan konteks, atau memberi ringkasan yang belum lengkap.

Karena itu, setiap informasi penting tetap perlu diperiksa ulang, terutama jika berkaitan dengan jadwal kerja, email klien, dokumen bisnis, data pribadi, atau keputusan profesional.

Untuk penggunaan di ruang redaksi, misalnya, AI dapat membantu menyusun outline atau merangkum bahan. Namun, verifikasi data, konteks berita, etika penulisan, dan keputusan akhir tetap menjadi tanggung jawab manusia.

AI sebaiknya diposisikan sebagai asisten kerja, bukan pengganti nalar dan tanggung jawab pengguna.

Dari Prompt Panjang ke Tujuan yang Jelas

Pembaruan Gemini Live menunjukkan bahwa masa depan penggunaan AI mungkin tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang paling pandai mengetik prompt panjang.

Yang semakin penting adalah kemampuan pengguna menyampaikan tujuan dengan jelas.

Bukan sekadar berkata, “buatkan tulisan”.

Tetapi lebih spesifik:

“Saya ingin membuat artikel teknologi untuk pembaca umum, panjang sedang, bahas manfaat Gemini Live, sertakan tips penggunaan, dan beri catatan privasi.”

Instruksi yang jelas akan membantu AI memahami hasil akhir yang diinginkan.

Dengan Gemini Live, perintah itu bahkan bisa disampaikan lewat suara.

Pada akhirnya, Gemini Live menunjukkan arah baru kecerdasan artifisial: dari chatbot yang hanya menjawab pertanyaan menjadi asisten digital yang membantu menjalankan pekerjaan.

Dulu, pengguna bertanya dan AI menjawab.

Sekarang, pengguna berbicara, AI memahami konteks, memilih alat, lalu membantu mengerjakan tugas.

Masa depan menggunakan AI bukan hanya soal menulis prompt. Yang lebih penting adalah mengetahui apa yang ingin dicapai.

Setelah itu, bicara saja. Biarkan AI membantu mengerjakannya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua