Gempa Besar Berkekuatan 7,6 Magnitudo Landa Jepang

Berpotensi Tsunami

Gempa Jepang
Tangkapan Layar NHK World Japan (Foto:NHK)

KABARINDONESIA.ID, JEPANG – Gempa besar berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang Prefektur Ishikawa di bagian tengah Jepang, tepatnya di sepanjang pantai Laut Jepang. Peringatan tsunami, yang dikategorikan sebagai utama, segera dikeluarkan untuk prefektur tersebut. Selain itu, peringatan tsunami juga diberlakukan untuk prefektur Niigata, Toyama, Yamagata, Fukui, dan Hyogo, yang juga berada di sepanjang pantai Laut Jepang. Sementara itu, peringatan tsunami yang lebih ringan diberikan untuk prefektur lainnya di sepanjang pantai tersebut.

Ini adalah kali pertama peringatan tsunami utama dikeluarkan sejak gempa besar pada tahun 2011 di wilayah timur laut Jepang. Peringatan ini diberlakukan ketika diperkirakan tsunami setinggi 3 meter atau lebih dapat terjadi. Dikutip dari NHK.

Pukul 16.21 waktu setempat pada hari Senin, kota Wajima, Prefektur Ishikawa, mencatat tsunami setinggi lebih dari 1,2 meter pasca gempa. Kota Toyama, di Prefektur Toyama, juga melaporkan tsunami setinggi 80 sentimeter pada pukul 16.35. Sementara itu, kota Kashiwazaki, di Prefektur Niigata, melaporkan tsunami setinggi 40 sentimeter pada pukul 16.36.

Tsunami telah mencapai pesisir Laut Jepang, dan diperkirakan akan terus menerjang pantai dengan ketinggian yang mungkin lebih tinggi. Masyarakat di daerah tersebut diimbau untuk segera mengungsi ke dataran tinggi dan menjauh dari pantai sejauh mungkin.

Perusahaan Kereta Api Jepang Bagian Timur melaporkan bahwa operasi jalur Shinkansen Akita dihentikan sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Jalur Shinkansen Joetsu dan Hokuriku juga menghentikan layanan mereka, dan belum diketahui kapan layanan akan kembali normal.

Operator pembangkit listrik nuklir di kota Shika, Prefektur Ishikawa, menyatakan sedang melakukan pemeriksaan dampak gempa terhadap pembangkit listriknya. Hokuriku Electric Power Company melaporkan bahwa kedua reaktor di Pembangkit Listrik Nuklir Shika telah dimatikan.