Pesawat Lion Yang Jatuh Miliki Jam Terbang 9-10 Jam Per Hari

- Terbit 29 10 2018 - 14:36 Pesawat Lion Yang Jatuh Miliki Jam Terbang 9-10 Jam Per Hari
0

Manajemen Lion Air menegaskan saat ini Lion Air telah membuat posko di Halim Perdanakusuma untuk mengumpulkan semua puing pesawat dan korban meninggal. Sedangkan untuk perawatan korban terluka paling tidak pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa pihak rumah sakit. 

Direktur Lion Air menegaskan, pihaknya berduka dan terpukul dengan kejadian ini. Lion Air memastikan pilot, sudah berkerja sesuai prosudur dengan dengan meminta balik lagi. 

Manajemen Lion Air berjanji melakukan melakukan investigasi dan menggali data. Setelah itu akan diberikan pada pihak berwenang. "Kami tidak bisa berspekulasi karena ini menyangkut nyawa orang," katanya.  

Pesawat hilang kontak sekitar pukul 06.33 WIB pada posisi : 05 48.934 S 107 07.384 E dan Radial : 40.21 degree / 23.81 NM. Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, 1 anak dan 2 bayi. Awak pesawat terdiri dari 2 penerbang dan 5 awak kabin. Dengan Capt Bhavve Suneja dan Co-Pilot Harvino.

Pesawat diklaim mempunyai Certificate of registration issued 15/08/2018 expired 14/08/2021. Certificate of air worthiness issued 15/08/2018 expired 14/08/2019. 

Manajemen menegaskan pihaknya mengoperasikan sekitar 11 pesawat terbaru Boing yang mengalami kecelakaan dan akan melakukan komunikasi dengan Boing. Manajemen, kata Sirait, sampai saat ini hanya memiliki data hanya setelah 13 menit terbang.

Lion Air, kata ia, akan mengumpulkan semua keluarga penumpang di Halim Perdanakusuma. Pihaknya memastikan kebutuhan para keluarga penumpang terkait keperluan dan penginapannya.Posko akan dibuka selama 14 hari kedepan."Keluarga akan di Halim, sambil menunggu perkembangan Basarnas. Kami belum tahu posisi pesawat dan apa yang ditemukan oleh Basarnas," katanya.

Pesawat yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 FA sampai saat ini telah hilang kontak selama kurang lebih 3 jam. Saat ini, Tim Basarnas sedang melakukan upaya pencarian. 
  
Boing dalam siaran persnya, perusahaan sangat sedih dengan hilangnya Penerbangan JT 610 serta menyampaikan simpati sepenuh hati kepada keluarga dan orang-orang yang menjadi korba.

Boeing siap memberikan bantuan teknis untuk investigasi kecelakaan. Sesuai dengan protokol internasional. Namun, Boing meminta semua pertanyaan tentang investigasi kecelakaan penerbangan diarahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar.

Penulis :

Editor :