Kemenhub Siapkan Aturan Harga Bagasi Penumpang

Kabar Bisnis - Terbit 31 01 2019 - 06:18 Kemenhub Siapkan Aturan Harga Bagasi Penumpang
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi (Foto: Kemenhub)

Kementerian Perhubungan akan menyusun peraturan menteri (PM) untuk mengatur pemberlakuan bagasi berbayar bagipenerbangan berbiaya hemat (LCC). Dalam PM tersebut juga akan diatur mengenai tarif batas dan bawah bagasi. 

"Angkutan barang yang di maskapai, kami akan membuat PM-nya, tiga minggu akan kami selesaikan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis, 31 Januari 2018. 

Budi menegaskan, pihaknya akan melakukan komunikasi dan harmonisasi termasuk dengan pelaku-pelaku usaha. Pihaknyapun telah meminta maskapai BUMN Citilink Indonesia untuk menunda pemberlakuan tarif bagasi yang awalnya mulai 8 Februari hingga PM tersebut rampung. 

"Tapi hari ini Citilink sudah menunda, baru akan mengenakan setelah PM ini jadi. Yang lain memberikan tarif yang favorable yang lebih bijaksana, terutama yang terlanjur mengenakan," katanya. 

Pembuatan aturan diyakini agar masyarakat tidak merasa terbebani dengan adanya pemberlakuan tarif bagasi penerbangan. "Itu adalah pembatasan-pembatasan yang mengakomodir, memikirkan masyarakat itu agar tidak berat," katanya.

Komisi V DPR Komisi V DPR meminta pemerintah menunda pemberlakuan bagasi berbayar yang saat ini sudah berjalan di maskapai Lion Air dan Wings Air serta akan diterapkan di maskapai Citilink Indonesia. 

Komisi V DPR menilai penundaan pemberlakuan bagasi berbayar hingga selesainya kajian ulang terhadap kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan kelangsungan industri penerbangan nasional. 

Selain itu, Komisi V DPR juga meminta Kemenhub untuk mengkaji ulang komponen terkait tarif pesawat udara agar tidak memberatkan masyarakat. Kemenhub juga diminta untuk meningkatkan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait guna memformulasi ulang besaran komponen tarif batas atas dan tarif batas bawah, antara lain terkait harga avtur serta bea masuk suku cadang. 

Maskapai Citilink Indonesia setuju untuk menunda pemberlakuan bagasi berbayar hingga waktu yang belum ditentukan. Pengkajian ulang dilakukan agar terjadi keseimbangan dan tidak memberatkan masyarakat serta menjaga kelangsungan maskapai penerbangan.

"Kami akan lakukan kajian atau evaluasi terhadap semua aturan mulai dari PM 14 tahun 2016 sampai PM 185 tahun 2015," ujar Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti.

Penulis : Abhivandya AR Ramdani

Editor : Abhivandya AR Ramdani