Jokowi Mengaku 4 Tahun Bersabar Dituduh PKI dan Anti Ulama

Kabar Politik - Terbit 02 02 2019 - 02:55 Jokowi Mengaku 4 Tahun Bersabar Dituduh PKI dan Anti Ulama
Presiden Jokowi berbincang dengan K.H. Maimoen Zubair pada acara Sarang Berzikir Bersama Untuk Indonesia Maju di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Jateng, Jumat (1/2/2019). (Foto: Dindha M/Humas)

Saat acara Sarang Berzikir Bersama Untuk Indonesia Maju di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Jateng, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan isi hatinya. Jika selama ini, dirinya direndahkan, dimaki, dihina, difitnah.

Namun, kata Jokowi dirinya memilih diam saja dan bersabar menjadi salah satu cara menjalani cobaan tersebut. "Sabar, sabar ya Allah, sabar. Saya hanya begitu saja,” kata Presiden Jokowi. 

Ia menegaskan,  setelah banyak diam, untuk beberapa isu seperti dibilang PKI, atau melakukan kriminalisasi ulama, dirinya akhirnya memilih untuk menjawab isu-isu tersebut. “Masak saya diam, ya saya jawab sekarang. Dibilang kriminalisasi ulama masak saya diam, ya saya jawab sekarang,” ujar Kepala Negara.

Presiden Jokowi menegaskan, PKI itu dibubarkan tahun 1965/1966, sementara dirinya lahir tahun 1961.  Sedangkan terkait isu kriminalisasi ulama, Presiden Jokowi mempertanyakan ulama mana yang dikriminalisasi?

“Kalau ada kasus hukumnya, ada masalah hukum, ada yang melaporkan, aparat kemudian melakukan penyelidikan, penyidikan, kemudian dibawa ke lembaga yudikatif yang namanya pengadilan, yang memutuskan di pengadilan, kalau memang dianggap tidak salah ya mesti bebas,” katanya.

Penulis :

Editor :