Dinilai Pemimpin Taat, Khofifah Diyakini Tidak Terkait Kasus OTT Romy

Kabar Hukum - Terbit 25 03 2019 - 05:37 Dinilai Pemimpin Taat, Khofifah Diyakini Tidak Terkait Kasus OTT Romy
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub Emil E. Dardak menjawab wartawan usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/2) sore. (Foto: setkab.go.id)

Penyebutan Nama Khofifah Oleh Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang ditangkap KPK karena menerima suap untuk meloloskan pejabat Kementerian Agama dinilai  mengada-ada. 

Direktur Eksekutif Forum Pemerhati Masalah Sosial Politik dan Kemasyarakatan (Forsospolmas) MS Baso DN menegaskan, penyebutan Khofifah yang disebut menitip nama Haris Hasanuddin Kakanwil Kemenag Jatim adalah hal yang mengada ada dan tidak memiliki relevansi dan korelasi atas perbuatan yang dilakukan Romy. 

Baso menegaskan, meskipun seandainya nama Haris Hasanuddin direferensi oleh beberapa bukan berarti itu adalah hal yang mutlak dilaksanakan dan kasus OTT murni adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan Romy secara personal.

"Saya kira sangat tidak relevan atas penyebutan nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa atas kasus OTT yang menjerat Romy," tegas Baso.


Menurut Baso, sosok Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang dia kenal adalah sosok pemimpin yang taat sehingga siapapun yang datang minta bantuan untuk mendapatkan dukungan, akan  membantu dengan tetap melalui prosedur dan mekanisme yang dipersyaratkan oleh aturan perundang-undangan dan sudah pasti tanpa syarat-syarat tertentu, apalagi dengan materi.

"Saya yakin apa yang disampaikan Romy, adalah sesuatu yang tidak memiliki korelasi dan relevansi dengan kasus OTT yang dilakukan KPK. Jangan melibatkan pihak lain dengan perbuatan dan tindakan korupsi yang dilakukan sendiri oleh Romy," tegas Baso.

Sebelumnya, tersangka kasus korupsi jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama, Romahurmuziy mengatakan, sebagai anggota DPR dan ketua umum partai politik, dia hanya meneruskan rekomendasi mengenai siapa yang akan mengisi posisi kepala kantor wilayah agama di daerah.

"Saya hanya meneruskan rekomendasi dari orang-orang berkompeten. Sebagai anggota DPR dan ketua umum partai, saya mendapatkan nama-nama dari tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat," kata Romahurmuziy di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Pria yang akrab disapa Rommy itu mencontohkan, nama Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanudin misalnya. Haris yang juga terlibat dalam kasus suap itu merupakan hasil dari rekomendasi ulama setempat, yakni Kiai Asep Saifudin Halim dan Gubernur Jawa Timur terpilih saat itu, Khofifah Indar Parawansa.

Penulis : Abhivandya AR Ramdani

Editor : Abhivandya AR Ramdani

Terbaru Lainnya
TOPIK TERHANGAT
Terpopuler