Mobil Listrik Diproduksi, Indonesia Bisa Hemat Devisa Rp789 Triliun

Kabar Lifestyle - Terbit 09 05 2019 - 09:48 Mobil Listrik Diproduksi, Indonesia Bisa Hemat Devisa Rp789 Triliun
Menperin naik mobil listrik/ist

Kabarindonesia.id--Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan tahun 2025 produksi mobil listrik sebesar 20 persen dari total produksi. Setidaknya akan ada 400.000 unit yang dipastikan siap untuk dipasarkan.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan setelah periode itu terlewati, pihaknya akan menaikkan target produksi menjadi 30 persen pada 2030.

Dengan target tersebut diharapkan dapat menopang tujuan untuk menekan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030, sekaligus menjaga kemandirian energi nasional.

"Sebab, energi baru terbarukan Indonesia semakin berkembang, seperti minyak sawit yang bisa diolah menjadi green diesel 100 persen hingga avtur. Gasifikasi batubara juga bisa jadi alternatif," kata Airlangga, dalam keterangan pers yang dirilis di Jakarta, Kamis (9/5).

Airlangga menyebut, pengembangan kendaraan listrik akan mengurangi ketergantungan pada pemakaian BBM serta mengurangi ketergantungan pada impor BBM. Dengan begitu, jika Indonesia mampu merealisasikan target produksi tersebut, negara berpotensi menghemat devisa sekitar Rp789 triliun.

Pemerintah juga optimistis mampu mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi bahan bakar hijau untuk kendaraan. Pemanfaatan teknologi canggih diyakini dapat membantu menyikapi kebutuhan energi alternatif. Selain sawit, Indonesia juga berpeluang mengembangkan energi dari ganggang untuk menjadi bahan bakar.

"Indonesia juga akan mengandalkan cadangan bijih nikelnya yang melimpah, sebagai bahan baku utama dalam pembuatan baterai kendaraan atau peralatan listrik, sekaligus menjadikannya sebagai daya tarik investasi bagi perusahaan asing yang ingin memperluas produksi," katanya. 

Penulis :

Editor :