Audit Medik, Menkes Ungkap Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS

Politik - Terbit 14 05 2019 - 08:31 Audit Medik, Menkes Ungkap Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS
KPU/ilustrasi

Kabarindonesia.id--Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengungkapkan hasil audit medik dari insiden sakit maupun korban meninggal yang dialami oleh ratusan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

"Kami minta ke seluruh kepala dinas kesehatan untuk audit medik kematian yang terjadi di rumah sakit," kata Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/5).

Dari data audit medik, dilakukan oleh Kemenkes pada 25 provinsi, hampir separuhnya atau sekira 51 persen Petugas KPPS alami kematian akibat kardiovaskuler atau jantung.

Selain itu,  stroke, dan hipertensi. Kematian tertinggi kedua adalah asma dan gagal pernapasan. Kemudian kematian tertinggi ketiga sebesar 9 persen karena kecelakaan. Sisanya karena diabetes, gagal ginjal, dan liver.

"Sebesar 54 persen petugas KPPS yang meninggal sudah berusia di atas 50 tahun," kata Nila.

Sementara, sebesar 39 persen petugas KPPS meninggal di rumah sakit dengan kematian terbanyak di Jawa Barat, diikuti Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dari 25 provinsi, Nila mengatakan petugas KPPS yang sakit paling banyak dari Jakarta dan Banten. Sedangkan Provinsi Maluku Utara tercatat tidak ada kematian petugas KPPS.

Seperti diketahui, jumlah korban meninggal dunia dari penyelengara pemilu 2019, hingga (9/5) sudah mencapai sekitar 554 orang meninggal dunia, baik dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun personel Polri. 
 

Penulis : Agi Aksara

Editor : Redaksi

Terbaru Lainnya
TOPIK TERHANGAT
Terpopuler