Pantau Harga Pangan di Pekanbaru, Kementan: Cukup dan Harga Normal

Bisnis - Terbit 04 06 2019 - 16:16 Pantau Harga Pangan di Pekanbaru, Kementan: Cukup dan Harga Normal
Pasar tradisional/ilustrasi

Kabarindonesia.id--Menjelang hari raya Idul fitri dan dimulainya masa libur, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) tetap melakukan pemantauan stok dan harga pangan di beberapa daerah. Salah satunya adalah di Kota Pekanbaru.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Kementan, Risfaheri mengatakan tiga hari menjelang hari-H Idul Fitri 1440 H di kota Pekanbaru, harga komoditas pangan terpantau normal dan pasokan aman.

"Dari pantauan yang kami lakukan, secara umum dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H di kota Pekanbaru, pasokan pangan cukup dan harga normal. Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Risfaheri dalam keterangan tertulis, Selasa (4/6/2019). 

Saat kunjungannya ke Pasar Pusat Sukaramai dan Pasar Cik Puan Pekanbaru, Minggu, (2/06/19) itu, Risfaheri menjelaskan pantauan di Pasar Pusat Sukaramai dan Pasar Cik Puan, harga bawang putih Rp 32.000/kg, bawang merah Rp 30.000-32.000/kg untuk jenis yang bagus. 

"Sedangkan bawang merah jenis ampera Rp 26.000/kg dan untuk jenis bawang merah batu Rp 18.000/kg," ungkap Helmi pedagang di pasar Pusat. 

Menurut Risfaheri, harga bawang merah ini masih sesuai HAP yang dikeluarkan Kemendag Rp 32.000/kg, dan bawang putih menunjukkan penurunan harga yang sangat tajam setelah pasokan bawang putih impor ditingkatkan, yang sebelumnya menyentuh Rp 68.000/kg sekarang turun menjadi Rp 32.000/kg. Harga cabai merah keriting Rp 60.000/kg, cabai hijau keriting Rp 35.000/kg, dan cabai rawit merah Rp 40.000/kg. 

Menurut para pedagang, lanjut Risfaheri, harga cabai merah keriting dan cabai merah rawit memang mengalami kenaikan akhir-akhir ini, karena cabai yang ada sekarang dipasok dari Jawa Timur yang saat ini sedang musim panen. Meskipun harga cabai di tingkat produsen di Jawa Timur saat ini cukup rendah, cabai merah keriting Rp 15.000/kg dan cabai rawit merah Rp 8.000/kg.

Tetapi karena tingkat kerusakan selama transportasi cukup tinggi dan daya simpan cabai yang sangat pendek 3-4 hari, risiko kerusakan tersebut yang menyebabkan disparitas harga di tingkat produsen dengan konsumen sangat besar.

Hal senada disampaikan Dian, salah seorang pembeli di Pasar Cik Puan menyatakan bahwa harga relatif stabil dan pasokan cukup, kecuali cabai merah keriting harganya naik terus. 

Menurut Risfaheri, Dinas Pertanian harus mendorong petani menanam cabai untuk mengurangi ketergantungan dari daerah lain. Hal itu karena daya simpan cabai sangat pendek dan mudah rusak, supaya harganya tidak fluktuatif. Apalagi cabai relatif dapat ditanam di mana saja.

Sementara harga telur ayam ras Rp 1.300-1.500/butir atau sekitar Rp 22.000/kg. Harga ini sudah mengalami kenaikkan Rp 1.000/kg sejak sebelum Ramadhan. Tetapi harga ini masih di bawah HAP telur ayam ras Rp 23.000/kg. 

"Biasanya harga telur naik menjelang lebaran dan pasca lebaran tetapi tidak besar," ungkap Antoni pedagang telur di Pasar Pusat. 

Pasokan telur umumnya datang dari Payakumbuh Sumbar dan beberapa daerah di Sumut yang wilayahnya memang berdekatan dengan Kota Pekanbaru.

Adapun harga daging sapi Rp 120.000/kg dan daging ayam ras Rp 28.000/kg ekor hidup, baik di Pasar Pusat maupun di Pasar Cik Puan kota Pekanbaru. Daging ayam ras memang mengalami sedikit kenaikan, karena permintaan cukup banyak. Kemungkinan sebagian konsumen daging sapi beralih ke daging ayam yang harganya lebih murah. Harga beras berkisar Rp 12.000-14.500/kg, minyak goreng Rp 11.000/kg dan gula pasir Rp 13.000/kg.

"Pasokan beras dan harga beras normal. Memang sebagian besar masyarakat di sini menyukai beras lokal dari Sumater Barat, meskipun harganya relatif tingggi dibandingkan beras umumnya tetapi masyarakat tetap memilihnya, walaupun tersedia beras varietas baru seperti Ciherang dan Inpari yang berumur pendek," ungkap H. Zaidir pedagang beras di Pasar Pusat Sukaramai.

Menurut Kabid Distribusi DKP Riau, Fetriyeni pasokan cukup dan harga normal, biasanya ada sedikit kenaikan mendekati hari-H Idul Fitri untuk komoditas pangan tertentu seperti telur ayam ras, daging ayam dan daging sapi karena banyak dikonsumsi pada saat lebaran. 
 

Penulis : Agi Aksara

Editor : Redaksi

Terbaru Lainnya
TOPIK TERHANGAT
Terpopuler