Langsung ke konten
Ekobis

Harga Emas Antam Melemah Tiga Hari Beruntun, Kini Rp2.878.000 per Gram

Redaksi Diperbarui
Ilustrasi emas antam (Dok : Int).
Ilustrasi emas antam (Dok : Int).

KabarIndonesia.id -- Tren koreksi harga emas berlanjut. Memasuki hari ketiga penurunan berturut-turut, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali ditekankan pada Rabu (18/2/2026).

Berdasarkan laman Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp40.000 menjadi Rp2.878.000 per gram. Sehari sebelumnya, Selasa (17/2/2026), harga sudah lebih dulu turun Rp22.000 ke posisi Rp2.918.000 per gram.

Bahkan pada Senin (16/2/2026), emas Antam juga terkoreksi Rp14.000 menjadi Rp2.940.000 per gram.

Meski tengah terkoreksi, sepanjang tahun 2026 harga emas Antam masih mencatat kenaikan sekitar 17%.

Pada 1 Januari 2026, harga emas tercatat Rp2.488.000 per gram. Sementara rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) terjadi pada 29 Januari 2026 di level Rp3.168.000 per gram.

Harga Buyback Ikut Turun

Tak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga melemah. Pada Rabu (18/2/2026), buyback turun Rp51.000 menjadi Rp2.655.000 per gram.

Transaksi penjualan emas kembali ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP.

PPh 22 tersebut dipotong langsung dari total nilai pembelian kembali, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017.

Sementara untuk pembelian emas batangan, dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP. Setiap transaksi pembelian disertai bukti potong PPh 22.

Rincian Harga Emas Antam (Belum Termasuk Pajak)

Berikut daftar harga emas batangan Antam per Rabu (18/2/2026):

  • 0,5 gram: Rp1.489.000
  • 1 gram: Rp2.878.000
  • 2 gram: Rp5.696.000
  • 3 gram: Rp8.519.000
  • 5 gram: Rp14.165.000
  • 10 gram: Rp28.275.000
  • 25 gram: Rp70.562.000
  • 50 gram: Rp141.045.000
  • 100 gram: Rp282.012.000
  • 250 gram: Rp704.765.000
  • 500 gram: Rp1.409.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.818.600.000

Investor kini mencermati pergerakan harga berikutnya, apakah koreksi ini hanya jeda saat atau sinyal konsolidasi lebih dalam sempat mencetak rekor tertinggi di awal tahun.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua