Langsung ke konten
Ekobis

IHSG Anjlok 2,69 Persen di Tengah Net Sell Asing dan Sentimen Demonstrasi

Redaksi Diperbarui
Ilustrasi saham (Dok: Int)
Ilustrasi saham (Dok: Int)
KabarIndonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (01/09). Tercatat pada pukul 10.05 WITA, indeks kehilangan sebanyak 194,42 poin atau setara dengan melemah 2,69 persen ke level 7.636. Diketahui, koreksi IHSG sempat menorehkan angka cukup dalam karena lebih dari 3,5 persen menyentuh level terendahnya 7.547. Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat volume perdagangan mencapai 4,98 miliar saham dengan nilai transaksi tembus hingga Rp4,07 triliun. Sedangkan frekuensi yang terjadi sebanyak 307.952 kali. Terpantau, ada sebanyak 628 saham yang melemah, serta 27 saham menguat juga terdapat 25 saham yang berada dalam posisi stagnan. BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan bahwa pelemahan IHSG turut disertai dengan net sell asing Rp688 miliar (reguler). Apabila gagal bertahan di atas support 7.800, maka akan terbuka potensi pola double top dengan target koreksi sampai dengan 7.600. Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, pelaku pasar dianjurkan waspada mengingat volatilitas masih tinggi seiring aksi demonstrasi yang belum mereda. Meskipun IHSG sempat terpeleset di teritori negatif usai menyentuh sesaat posisi tertinggi All Time High kemarin, masih terdapat sejumlah saham potensial yang dirangkum dari sejumlah broker yang menarik untuk dicermati berpeluang melanjutkan tren saham uptrend pada rekomendasi saham hari ini, diantaranya adalah: Mirae Asset Sekuritas ARCI JARR UNTR IMAS NAYZ NSSS Philip Sekuritas BNLI SIMP Phintraco Sekuritas ADRO SMDR INDY BTPS AUTO INTP Samuel Sekuritas ANTM BMRI MDKA PGAS FILM BKSL BRI Danareksa Sekuritas PSAB FILM CGS International Sekuritas ANTM MDKA HRTA JPFA DSNG SIMP MNC Sekuritas ARCI ISAT MDKA TOBA Panin Sekuritas BBRI TINS ANTM PGAS Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu. Nofisari Rahayuningtyas

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua