Langsung ke konten
Ekobis

Kadin Sebut Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun di Era Prabowo

Kadin menyebut investasi domestik hampir Rp2.000 triliun di era Prabowo. Anindya Bakrie dorong industri kendaraan listrik, energi terbarukan, dan UMKM.

gusti
Presiden Prabowo Subianto saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Seluruh Indonesia (Dok : Ist).
Presiden Prabowo Subianto saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Seluruh Indonesia (Dok : Ist).

KABARINDONESIA.ID -- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional seiring meningkatnya kontribusi investasi dalam negeri yang disebut hampir mencapai Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Anindya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memberikan kontribusi lebih dari separuh total investasi nasional. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan besarnya peran pengusaha Indonesia dalam menopang ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Hal itu disampaikan Anindya dalam acara Taklimat Presiden Republik Indonesia kepada Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Seluruh Indonesia.

“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya dalam keterangannya, dikutip Senin (2/11/2026).

Anindya menilai keterlibatan pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya tahan ekonomi Indonesia.

Besarnya kontribusi investasi domestik juga menunjukkan adanya peluang bagi dunia usaha untuk terus memperluas kegiatan ekonomi dan memperkuat kapasitas produksi nasional.

Kadin Dorong Pengembangan Industri Masa Depan

Selain memperkuat investasi pada sektor yang telah berjalan, Kadin Indonesia juga mendorong pengembangan industri masa depan.

Anindya menyebut sejumlah sektor memiliki peluang pertumbuhan yang besar, antara lain industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), energi terbarukan, dan pusat data (data center).

Menurutnya, pengembangan industri tersebut dapat membuka peluang bagi penggunaan komponen dalam negeri sekaligus memperkuat keterlibatan pelaku usaha nasional dalam rantai pasok industri.

“Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak. Bapak dan tentunya Pak Presiden, tema rapimnas kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia,” imbuh Anindya.

Pengembangan sektor-sektor tersebut menjadi bagian dari perhatian Kadin dalam mendorong transformasi ekonomi nasional.

Melalui investasi dan peningkatan kapasitas industri, dunia usaha diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional.

Anindya Bakrie Soroti Peran Swasta dalam Perekonomian

Anindya juga menekankan pentingnya kontribusi sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia membandingkan besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai produk domestik bruto (PDB) Indonesia untuk menggambarkan luasnya ruang kegiatan ekonomi di luar belanja pemerintah.

Menurutnya, dunia usaha memiliki tanggung jawab untuk mendorong pertumbuhan pengusaha daerah dan pelaku usaha yang tergabung dalam berbagai asosiasi.

“Ekonomi kerakyatan sudah berjalan di dunia usaha. Kami menyadari dan ini merupakan tanggung jawab kami bahwa 4.000 triliun dari 25.000 triliun PDB adalah APBN. Sehingga sisanya atau sekitar 85 persen adalah uang yang dunia usaha bisa berkontribusi, dan inilah yang kita inginkan bukan hanya pengusaha-pengusaha daerah dan juga di asosiasi himpunan bisa tumbuh bersama-sama, naik kelas, tapi mereka juga bisa menjadi pemain besar kemudian hari,” ungkap Anindya.

Anindya berharap pengusaha daerah tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan skala usaha hingga mampu bersaing di tingkat nasional dan global.

Kadin pun mengusung tema ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia dalam Rapimnas sebagai bagian dari upaya memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan ekonomi.

Kadin Nilai Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh

Dalam kesempatan tersebut, Anindya turut menyoroti ketahanan fundamental ekonomi Indonesia menghadapi berbagai gejolak global.

Ia menyebut Indonesia masih menjadi salah satu titik terang perekonomian dunia atau bright spot, sebagaimana pernah disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF).

“Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia adalah dari waktu ke waktu justru lebih kuat. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient,” ungkapnya.

Menurut Anindya, pengalaman Indonesia menghadapi sejumlah tekanan ekonomi selama 25 tahun terakhir menunjukkan pentingnya menjaga daya tahan perekonomian nasional.

Kadin menegaskan komitmennya untuk terus mendorong investasi domestik, memperkuat industri masa depan, dan mendukung pengembangan pengusaha daerah.

Melalui langkah tersebut, dunia usaha diharapkan dapat berkontribusi dalam memperluas kesempatan ekonomi, meningkatkan daya saing industri, serta memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua