Merial institute Paparkan Temuannya Terkait Permasalahan Pemuda ke BKKBN

KabarIndonesia.id — Merial Institute telah berinteraksi dengan berbagai anak muda dari berbagai daerah di 350 kabupaten/kota se-Indonesia.

Dari interaksi tersebut, diketahui atau ditemukan bahwa masalah pemuda adalah kesenjangan antar pemuda, baik dalam hal ekonomi, kultur, pendidikan, akses informasi dan sebagainya.

“Olehnya itu, mengurangi kesenjangan inilah yang akan menjadi fokus kerja Merial Institute,” kata Direktur Eksekutif Merial Institute, Arief Rosyid Hasan, saat beraudiensi dengan Kepala Badan Kependudukan dan Keluaga Berencana (BKKBN) Nasional Hasto Wardoyo di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (9/3).

Dalam pertemuan yang membahas tentang perkembangan wacana Indonesia dalam menyambut bonus demografi dan peran strategis pemuda dalam upaya pencapaiannya tersebut, Arief Rosyid juga menjelaskan upaya Merial Institute dalam merespon isu bonus demografi.

“Salah satu core activity Merial Institute adalah dalam pemberdayaan pemuda, mulai dari pemuda urban, rural, mahasiswa, pelajar. Dari pemuda berbasis rumah ibadah, sampai pemberdayaan pemuda di lembaga permasyarakatan,” paparnya.

“Kami telah melakukan berbagai inisiatif kolaborasi sebagai upaya akselerasi dalam mengurangi gap itu, potensi pemuda sebesar ini harus dikelola dengan baik dan serius,” ungkapnya.

Menurut Arief, bonus demografi adalah isu yang masih hangat dan relevan untuk terus diperdalam serta menjadi fokus negara jika bertujuan menjadi negara maju.

Terlebih, data yang disajikan oleh United Nations for Development Program (UNDP) menunjukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia masih rendah. Tahun 2016, penduduk yang bekerja sebagian besar adalah yang berpendidikan rendah atau SMP ke bawah.

“Hal ini menjadi ironi tersendiri antara ekspektasi dan realita,” ujarnya.

Direktur Riset Merial Institute, Muhammad Fadli Hanafi menambahkan, rendahnya kualitas sumber daya manusia ini merupakan implikasi dari senjangnya output dan outcome pendidikan di Indonesia, sehingga berimplikasi pada perlambatan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara gradual sejak 2015.

“Fenomena perlambatan peningkatan IPM di tengah mulainya Indonesia masuk pada ‘aging population’, seharusnya dapat menjadi pendorong yang lebih kuat lagi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas anak muda, khususnya dalam rangka mengoptimalkan bonus demografi,” ujar Fadli.

Sementara, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan yang terpenting untuk dilakukan para pemuda dalam menjawab tantangan bonus demografi adalah dengan revolusi cara berpikir yang berbasis kepada ideologi.

“Mindset itu penting, kalau kita mau akselerasi itu (bonus demografi) yang paling cepat adalah merubah mindset. Itu paling murah (namun strategis dan mendasar). Kalau mau revolusi itu, harus change your mindset. Inovasi itu nggak ada seperseratusnya revolusi,” tuturnya.

Terkait kesenjangan pemuda, Hasto mengatakan, ia juga melihat bahwa kesenjangan yang paling nampak adalah soal pendidikan.

“Di daerah, pendidikan ketika hari ini angka partisipasi sekolah itu 8,2%. Ada yang S3, di sisi lain yang belum lulus SD juga banyak. Gerakan yang paling cepat: upskilling itu penting,” ujarnya.

“Kita kembali ke sekolah untuk mendongkrak adanya kesenjangan pendidikan. Misalnya sekolah penyetaraan, mungkin dengan penyetaraan ini Human Development Index kita akan meningkat, sehingga kita fokus kepada bidang apa yang mau diintervensi,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Hasto memberikan penegasan bahwa gerakan anak muda juga perlu ditekankan kepada kolaborasi ideologis yang holistik dan tidak hanya kolaborasi pemuda yang teknoratis, sehingga ada sifat revolusioner di dalamnya.

“Karena jika kolaborasi berbasis ideologi dan berbalut teknologi akan menjadi suatu gerakan yang akan mencapai kepada tujuan yang dimaksud, yaitu bonus demografi menjadi pondasi kemajuan bangsa dan negara,” jelasnya.

Dengan terjalinnya sinergisitas antara BKKBN dengan Merial Institute ini, diharapkan dapat mempercepat proses

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Penulis

2 thoughts on “Merial institute Paparkan Temuannya Terkait Permasalahan Pemuda ke BKKBN

  1. Jangan sia-sia kan masa muda mu untuk hal yang tidak perlu, kunjungi qqharian,club Dan kamu hanya perlu bermain game untuk menangkan hadiah puluhan juta rupiah, tertarik untuk bergabung? Kunjungi situs nya sekarang juga. Untuk info lebih lanjut bisa hub cs kami di livechat/Wa : +6287886603026 | Line : qqharian tinggal Penasaran?Tinggal ClickDisini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terkait

Ini Masalah yang Dihadapi Anak Berkewarganegaraan Ganda

KABARINDONESIA.ID – Permasalahan anak berkewarganegaraan ganda yang lahir dari perkawinan campur antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) masih menimbulkan berbagai masalah, walaupun

Sidang Pembobolan Rekening Ilham Bintang Dimulai

Kabarindonesia.id – Kasus pembobolan nomor telepon selular Indosat dan nomor rekening Commonwealth Bank milik wartawan senior Ilham Bintang memasuki babak persidangan. Berkas Kasus Pembobolan Rekening

Terbaru

Ini Masalah yang Dihadapi Anak Berkewarganegaraan Ganda

KABARINDONESIA.ID – Permasalahan anak berkewarganegaraan ganda yang lahir dari perkawinan campur antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) masih menimbulkan berbagai masalah, walaupun

Sidang Pembobolan Rekening Ilham Bintang Dimulai

Kabarindonesia.id – Kasus pembobolan nomor telepon selular Indosat dan nomor rekening Commonwealth Bank milik wartawan senior Ilham Bintang memasuki babak persidangan. Berkas Kasus Pembobolan Rekening

Kabar Video