Nagara Institute Gelar FGD Sesi I Tentang Oligarki Partai

KabarIndonesia.id — Nagara Institute menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Seri I dengan tema Oligarki Partai dan Pengaruhnya bagi Siste Pemerintahan, Jakarta (28/1). Narasumber yang menyampaikan pandangan dalam diskusi ini adalah Soni Sumarsono, Eko Sulistyo, Luky Jani, Taufiq Amrullah, Sulfikar Amir, Zuhairi Misrawi dengan Mulyadi sebagai moderator.

Nagara Institute adalah Lembaga Kajian Politik, Demokrasi, dan Kenegaraan yang didirikan pada akhir 2019 lalu. Akbar Faizal adalah direktur eksekutif lembaga ini yang berfokus pada perencanaan dan pelaksanaan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kajian politik, demokrasi, dan kenegaraan.

Oligarki adalah sekelompok kecil orang yang memiliki kekuasaan mengendalikan institusi, organisasi, atau negara dengan kekayaan, keluarga atau kekuatan militer yang dimiliki. Oligarki dapat masuk ke berbagai lini untuk kepentingan seseorang atau kelompok tersebut. Dan kondisi ini terjadi di banyak negara.

“Tetapi faktanya oligarki adalah sesuatu yang tidak dihindarkan dan terjadi di seluruh dunia. Hanya saja ada oligarki putih yang melanggengkan kekuasaan demi kepentingan masyarakat dan negaranya, seperti di Singapura,” jelas Sulfikar Amir Dewan Kurator Nagara Institute bidang Sains dan Demokrasi.

Dalam hal demokrasi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie sebetulnya melakukan terobosan desakralisasi kekuasaan di awal reformasi.

“Pak Habibie melakukan desakralisasi istana yang sayangnya tidak diikuti kehadiran regulasi dan malah kalah cepat dengan populisme. Dan populisme ternyata menghasilkan oligarki baru sehingga perputaran kekuasaan ini terjadi dengan terus-menerus,” ujar Direktur Riset Open Parliament Institute Taufiq Amrullah.

Oligarki partai adalah masalah besar yang mengancam dan tidak dapat ditoleransi. Luky Djani menjelaskan di awal reformasi, masyarakat sipil memiliki kekuatan yang besar, sementara itu elit politiknya lemah. Seperti apa saat ini?

“Sebetulnya masyarakat sipil dalam kondisi yang stabil dengan awal reformasi, tetapi elit politiklah yang menguat,” ungkap Luky.

Dan di Indonesia, partai politik lebih dominan didasarkan pada garis darah yang kemudian menghasilkan konsentrasi kekuasaan dan ketidaksetaraan ekonomi. Disertasi Akbar Faizal menunjukkan data tersebut.

“Hasil penelitian saya memaparkan data adanya 74 dinasti politik pilkada di 25 provinsi dan 174 dinasti politik pemilu legislatif nasional di 34 provinsi,” jelas Direktur Eksekutif Nagara Institute tersebut.

Ini menunjukkan ada masalah dalam fungsi politik. Fungsi politik meliputi artikulasi, agregasi, komunikasi, sosialisasi, dan rekrutmen politik. Oligarki partai menyebabkan tidak berlangsungnya rekrutmen politik secara ideal.

Tapi ada pula kabar baik bahwa ternyata klan politik memiliki kekuatan yang ada batasnya. Artinya kekuatannya tidak besar sekali dan tidak mutlak, terutama dari sisi elektoral. Dapat dilihat dari bukti pilkada yang menunjukkan bahwa kekuatan oligarki politik tidak selalu mendapat tempat di hati masyarakat.

Tetapi tetap saja, oligarki menjadi ancaman yang semakin besar jika tidak diatur. Praktik oligarki menimbulkan kekhawatiran di level lokal dan nasional.

“Oligarki memang membuat politik lebih stabil, tetapi minim atau bahkan tidak adanya check and balance. Bagaimana kita bisa membayangkan check and balance yang terjadi jika orang tua menjadi ketua DPRD dan anaknya adalah kepala daerah? Oligarki yang memberi dampak pada rekrutmen politik pada akhirnya berhubungan erat dengan korupsi,” demikian diungkapkan Mantan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh oligarki lebih besar dibandingkan manfaat yang diberikan. Perubahan harus dilakukan dan dapat terjadi jika ada regulasi, edukasi, manuver, rekrutmen, dan pengaturan pembiayaan partai politik yang ketat.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Penulis

4 thoughts on “Nagara Institute Gelar FGD Sesi I Tentang Oligarki Partai

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terkait

Liga 2 Indonesia Resmi Bergulir Hari Ini

KabarIndonesia.id — Liga 2 2020, kompetisi sepakbola kasta kedua di Indonesia yang diikuti sebanyak 24 tim dan terbagi dalam dua grup, masing-masing 12 tim di

7 WNI di LN yang Terinfeksi Covid-19 Sembuh

KabarIndonesia.com — Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (World Health Organixation/WHO), hingga Ahad (8/3) pukul 08.00 WIB, kasus Virus Corona (Covid-19) sudah terkonfirmasi terjadi di 93

Update Kasus Corona di Indonesia Bertambah 6 Orang

KabarIndonesia.com — Kasus Virus Corona di Indonesia bertambah. Ahad (8/3), Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menyampaikan jika dua warga negara Indonesia

Terbaru

Liga 2 Indonesia Resmi Bergulir Hari Ini

KabarIndonesia.id — Liga 2 2020, kompetisi sepakbola kasta kedua di Indonesia yang diikuti sebanyak 24 tim dan terbagi dalam dua grup, masing-masing 12 tim di

7 WNI di LN yang Terinfeksi Covid-19 Sembuh

KabarIndonesia.com — Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (World Health Organixation/WHO), hingga Ahad (8/3) pukul 08.00 WIB, kasus Virus Corona (Covid-19) sudah terkonfirmasi terjadi di 93

Update Kasus Corona di Indonesia Bertambah 6 Orang

KabarIndonesia.com — Kasus Virus Corona di Indonesia bertambah. Ahad (8/3), Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menyampaikan jika dua warga negara Indonesia

Kabar Video