KABARINDONESIA.ID -- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang menyebabkan kabut asap melintasi batas negara hingga mengganggu aktivitas masyarakat Malaysia. Sejumlah sekolah di negara tersebut bahkan terpaksa ditutup akibat memburuknya kualitas udara.
Anwar menyatakan Malaysia mendorong pembentukan mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN untuk memperkuat penanganan kabut asap lintas negara. Langkah tersebut dinilai penting mengingat dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat Indonesia, tetapi juga negara tetangga.
Melalui akun Instagram pribadinya, @anwaribrahim_my, ia mengaku telah mengikuti rapat perkembangan penanganan karhutla di Indonesia dan dampaknya terhadap Malaysia.
"Saya mengikuti rapat perkembangan masalah kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang turut mengakibatkan kabut asap lintas batas negara sehingga berdampak pada kesehatan dan kehidupan masyarakat Malaysia, termasuk memaksa penutupan sekolah di beberapa negara bagian dan wilayah," ujarnya dalam unggahannya, dikutip Senin (19/10/2026).
Kabut asap lintas batas tersebut menjadi perhatian pemerintah Malaysia karena berdampak pada kesehatan masyarakat serta mengganggu kegiatan pendidikan di sejumlah wilayah.
Anwar Apresiasi Upaya Pemerintah Indonesia
Meski menyoroti dampak kabut asap yang semakin luas, Anwar tetap memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
Ia menyebut Indonesia telah mengerahkan puluhan ribu personel serta berbagai sarana pendukung dari udara untuk mempercepat penanganan kebakaran.
"Saya mengapresiasi kesungguhan pemerintah Indonesia yang telah mengerahkan puluhan ribu personel serta berbagai aset udara untuk mengatasi masalah yang semakin mengkhawatirkan ini," tambahnya.
Anwar mengakui upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan bukan pekerjaan mudah.
Luasnya kawasan terdampak serta kondisi cuaca yang sulit diprediksi menjadi tantangan dalam pengendalian kebakaran dan penyebaran kabut asap.
Karena itu, Malaysia memandang penanganan karhutla membutuhkan koordinasi yang lebih luas, terutama ketika dampaknya telah menjangkau wilayah negara lain.
Malaysia Dorong Kerja Sama ASEAN Tangani Kabut Asap
Anwar menegaskan persoalan kabut asap lintas negara tidak dapat ditangani secara terpisah oleh masing-masing negara.
Menurutnya, kedekatan hubungan Indonesia dan Malaysia perlu menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi dampak bencana lingkungan tersebut.
"Oleh karena itu, dalam semangat kebersamaan dan hubungan erat antarnegara tetangga, Malaysia berpandangan bahwa tantangan lintas batas harus ditangani dengan tekad dan tanggung jawab bersama," jelasnya lagi.
Malaysia juga telah mengusulkan mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan negara-negara anggota menghadapi kabut asap lintas batas.
"Bahkan, kami telah mengusulkan mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN untuk memperkuat koordinasi, kesiapsiagaan, dan tindakan kolektif dalam menangani kabut asap lintas batas negara," tambahnya mengatakan hendak membantu Indonesia mengatasi karhutla ini.
Usulan tersebut menegaskan keinginan Malaysia agar penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan langkah nasional, tetapi juga melibatkan kerja sama kawasan.
Melalui koordinasi antarnegara ASEAN, upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan dampak kabut asap diharapkan dapat berjalan lebih terpadu, terutama untuk melindungi kesehatan dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.