Kemenkes Kirimkan Logistik Kesehatan dan Alkes
Untuk mencegah tersebarnya penyakit, Kemenkes mengirimkan sejumlah kebutuhan esensial, meliputi:- Obat-obatan penting
- Pangan tambahan untuk ibu hamil
- Pangan tambahan untuk balita
- Konsentrator oksigen
- Peralatan kesehatan lainnya
Tenaga Kesehatan Dikerahkan ke Lokasi Bencana
Selain logistik, Kemenkes menurunkan tenaga tambahan kesehatan, mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan lingkungan, hingga ahli epidemiologi. Tenaga kesehatan lingkungan memastikan udara bersih, sanitasi, dan pengelolaan limbah tetap terjaga. Sementara para ahli epidemiologi mengamati potensi peningkatan kasus penyakit agar respon dapat dilakukan lebih cepat. Seluruh puskesmas dan rumah sakit di daerah terdampak juga disiagakan untuk menjamin pelayanan kesehatan tetap berjalan.Empat Kelompok Penyakit yang Rawan Meningkat
Kemenkes mengidentifikasi empat kategori penyakit yang sangat berpotensi muncul pascabencana:- Penyakit berbasis udara (waterborne) Termasuk diare, kolera, dan hepatitis A akibat kontaminasi udara.
- Penyakit akibat makanan yang terkontaminasi (foodborne) Biasanya muncul karena dapur umum dan sanitasi makanan yang kurang higienis.
- Penyakit pernapasan Seperti ISPA, pneumonia, hingga eksaserbasi PPOK akibat lingkungan pengungsian yang padat.
- Penyakit menular melalui langsung misalnya infeksi kulit, scabies, dan penyakit infeksi lainnya.
Akses Layanan Kesehatan Jadi Tantangan
Dalam masa krisis, layanan kesehatan sering terganggu karena fasilitas terdampak bencana. Oleh karena itu, Kemenkes memperkuat:- Layanan kesehatan mobile
- Posko kesehatan di daerah pengungsian
- Suplai obat yang berkelanjutan
- Pengawasan sanitasi oleh tenaga kesehatan lingkungan
Langkah Penting untuk Cegah Lonjakan Penyakit
Beberapa strategi tambahan yang terus diperkuat meliputi:- Peningkatan akses air bersih dan sanitasi , termasuk klorinasi dan distribusi air bersih
- Pengawasan penyakit secara real-time agar kasus baru cepat terdeteksi
- Pendidikan kesehatan untuk menjaga kebersihan diri, etika batuk, serta pemilihan makanan
- Menjaga nutrisi kelompok rentan , seperti balita dan ibu hamil melalui pangan tambahan