- Permuseuman dan digitalisasi koleksi. Kerja sama ini dilakukan antara Kementerian Kebudayaan Indonesia dan Kementerian Kebudayaan Prancis yang mencakup penyelenggaraan pameran bersama, pertukaran kurator, serta digitalisasi koleksi untuk memperluas akses publik terhadap warisan budaya kedua negara.
- Film dan audiovisual. Kementerian Kebudayaan RI bekerja sama dengan Centre national du cinéma et de l’image animée (CNC) Prancis dalam membentuk ekosistem perfilman yang kuat melalui pertukaran sineas, produksi bersama, dan partisipasi dalam berbagai festival film internasional.
- Pengembangan kapasitas perfilman. Kemitraan dengan sekolah film ternama La Fémis bertujuan memperkuat kapasitas sineas muda Indonesia melalui program residensi, pelatihan, dan pendampingan kreatif.
- Riset dan studi koleksi warisan budaya. Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (IHA) Indonesia akan bekerja sama dengan École française d’Extrême-Orient (EFEO) untuk melakukan studi lintas disiplin mengenai sejarah, arkeologi, epigrafi, dan manuskrip Asia Tenggara.
- Kolaborasi permuseuman dan pendidikan publik. IHA dan Museum Guimet di Prancis akan bekerja sama dalam pengelolaan koleksi, pengembangan pendidikan publik, serta penyelenggaraan pameran tematik yang menampilkan kekayaan budaya masing-masing negara.
Nasional
Indonesia dan Prancis Perkuat Diplomasi Budaya melalui Lima Pilar Kerja Sama Strategis
Redaksi
Diperbarui
KabarIndonesia.id -- Pemerintah Indonesia dan Prancis resmi menjalin kemitraan strategis di bidang kebudayaan melalui penandatanganan lima kerangka kerja sama yang bertujuan mempererat kolaborasi lintas bangsa. Kesepakatan ini merupakan bagian dari agenda kunjungan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia dan penegasan komitmen kedua negara dalam kerangka Visi Bersama Indonesia–Prancis 2050.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati dalam forum Dialog Budaya Indonesia–Prancis yang digelar di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Kamis (29/5).
“Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi budaya kita. Bukan sekadar menjalin hubungan antarlembaga, melainkan mempertemukan para pelaku budaya lintas generasi dan membangun ruang kolaboratif lintas peradaban,” ujar Fadli dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (30/5).
Kelima bidang kerja sama tersebut mencakup:
Pilihan Lain