Langsung ke konten
Nasional

KAI Pastikan Operasional Kereta Aman di Tengah Erupsi Anak Krakatau

KAI memastikan perjalanan kereta api tetap aman menyusul erupsi Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan bersama BMKG, PVMBG, dan pihak terkait.

gusti
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api tetap berjalan aman (Dok : Ist).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api tetap berjalan aman (Dok : Ist).

KABARINDONESIA.ID -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api tetap berjalan aman dan terkendali menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menjadi perhatian masyarakat.

KAI menyatakan terus memantau kondisi terkini dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh perjalanan pelanggan tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan KAI memiliki sistem manajemen keselamatan yang menjadi pedoman dalam menjalankan seluruh operasional perjalanan kereta api.

Menurutnya, setiap kondisi yang berpotensi memengaruhi perjalanan pelanggan terus dipantau dan dievaluasi melalui koordinasi antarunit serta pihak berwenang.

“KAI memastikan perjalanan kereta api tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan. Pemantauan kondisi operasional, kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi petugas di lapangan terus dilakukan untuk menjaga perjalanan pelanggan tetap aman dan nyaman,” ujar Anne, Minggu (6/9/2026).

KAI Pantau Informasi BMKG dan PVMBG

Berdasarkan informasi BMKG, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September 2026 pukul 22.03 WIB terekam pada stasiun seismograf dengan amplitudo maksimum 19 milimeter dan durasi sekitar 29 detik.

Hingga 5 September 2026 pukul 10.30 WIB, BMKG menyampaikan belum terdapat kenaikan muka air laut yang signifikan akibat aktivitas tersebut.

Meski demikian, KAI tetap melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi jalur, lingkungan sekitar operasional, serta pembaruan informasi dari instansi terkait.

KAI juga mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana untuk memastikan layanan tetap berjalan sesuai standar keselamatan.

Hingga saat ini, seluruh perjalanan kereta api tetap beroperasi sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Layanan KA Bandara Tetap Berjalan

Khusus layanan KA Bandara, KAI memastikan operasional tetap berjalan sesuai kondisi terkini.

KAI terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan layanan transportasi menuju bandara tetap dapat mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat.

Pemantauan juga dilakukan apabila terdapat penyesuaian pada operasional penerbangan yang dapat berdampak terhadap pola perjalanan penumpang menuju atau dari bandara.

Langkah ini dilakukan agar layanan KA Bandara tetap adaptif terhadap perkembangan situasi di lapangan, terutama di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Keselamatan Jadi Prioritas

Anne menambahkan, kesiapsiagaan KAI didukung oleh prosedur keselamatan yang mencakup pemantauan operasional, mitigasi risiko, koordinasi antarunit kerja, serta kesiapan petugas menghadapi berbagai kondisi perjalanan.

KAI juga meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengacu pada informasi resmi dari lembaga berwenang.

“KAI mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengacu pada informasi resmi dari BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM melalui PVMBG, serta kanal resmi KAI. Kami terus memastikan layanan kereta api berjalan aman dengan mengutamakan keselamatan pelanggan dan petugas,” tutup Anne.

KAI menegaskan seluruh perkembangan kondisi akan terus dipantau. Jika terdapat perubahan yang berpotensi memengaruhi operasional, perusahaan akan melakukan langkah penanganan sesuai prosedur keselamatan dan menyampaikan informasi melalui kanal resmi.

 

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua