KABARINDONESIA.ID -- Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebut telah berlangsung hampir empat bulan. Ia meminta keselamatan masyarakat menjadi prioritas, terutama anak-anak dan lanjut usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.
Daniel menilai penanganan karhutla tidak boleh berlarut-larut karena masyarakat di wilayah terdampak terus menghadapi risiko kesehatan akibat paparan asap.
“Ya, tentu kita minta pemerintah bekerja bergerak superkilat, lebih dobel gardan. Karena ini sudah tiga bulan, sudah hampir empat bulan. Kita tidak boleh membiarkan masyarakat berlama-lama hidup di tengah asap yang mereka hirup,” ujar Daniel dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin (19/10/2026).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menegaskan pemerintah perlu mengambil langkah cepat untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai.
Menurutnya, penyediaan masker, akses oksigen, dan pelayanan medis harus menjadi perhatian utama, terutama bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.
DPR Usulkan Kamp Oksigen untuk Warga Terdampak
Daniel mengusulkan pembentukan fasilitas perlindungan sementara berupa kamp oksigen bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, khususnya anak-anak dan lanjut usia.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan ruang dengan kualitas udara yang lebih aman bagi kelompok rentan, termasuk warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Bahkan kalau perlu dibentuk kamp oksigen bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan orang tua yang sudah ISPA atau sudah tidak sanggup. Bisa masuk ke kamp khusus agar terbebas dari asap,” katanya.
Ia menilai langkah perlindungan langsung terhadap masyarakat perlu berjalan beriringan dengan upaya pemadaman kebakaran.
Dengan demikian, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pengendalian titik api, tetapi juga mengurangi risiko kesehatan yang dihadapi warga selama kabut asap masih terjadi.
Soroti Kerusakan Gambut, DPR Minta BPGMN Segera Bekerja
Selain mendesak percepatan penanganan karhutla, Daniel menyambut baik pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia berharap badan tersebut segera menjalankan program pemulihan ekosistem gambut untuk mengurangi risiko kebakaran berulang.
Daniel menyoroti tiga pekerjaan utama yang perlu diprioritaskan, yakni perbaikan kanal gambut yang rusak, pemulihan lahan gambut yang mengalami kerusakan dan kekeringan, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan gambut.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian ekosistem sekaligus mencegah kebakaran pada masa mendatang.
Daniel menyebut sekitar 72 persen kanal gambut mengalami kerusakan, sementara hampir 60 persen lahan gambut berada dalam kondisi rusak.
Ia juga menyoroti kondisi lahan gambut yang mengering hingga melampaui batas aman sehingga berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran.
Data kerusakan tersebut, menurut Daniel, perlu menjadi perhatian pemerintah dalam menyusun langkah pemulihan yang terukur dan berkelanjutan.
Karhutla Meluas, Daniel Singgung Tanggung Jawab Lintas Negara
Daniel turut menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan yang disebut telah meluas hingga melintasi batas negara.
Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan penanganan bersama dan tanggung jawab dari berbagai pihak, termasuk pihak asing yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan usaha di kawasan terdampak.
Ia meminta negara-negara yang memiliki kepentingan dalam konsesi usaha di Indonesia ikut berperan sesuai tanggung jawab dan ketentuan yang berlaku.
“Ini bukan lagi hanya bencana nasional, tetapi juga sudah menjadi bencana internasional. Sejumlah konsesi yang ada di Indonesia sebagian dimiliki oleh sejumlah negara. Negara-negara itu pun harus ikut bertanggung jawab,” pungkas politisi dari Dapil Kalimantan Barat I itu.
Daniel berharap percepatan penanganan kebakaran, perlindungan kesehatan masyarakat, dan pemulihan ekosistem gambut dapat menjadi langkah terpadu untuk mengatasi dampak karhutla sekaligus mencegah kejadian serupa terus berulang.