KABARINDONESIA.ID -- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar memberikan penghargaan kepada para penggerak inovasi dan pemberdayaan masyarakat dalam Puncak Penganugerahan Mandaya Awards dan Innovillague 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) tersebut mempertemukan pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, pesantren, dunia usaha, lembaga filantropi, hingga mahasiswa.
Ajang ini menjadi wadah apresiasi terhadap berbagai inisiatif yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperluas kesempatan ekonomi.
Muhaimin menegaskan keberhasilan pemberdayaan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat desa.
“Aksi nyata yang lahir dari desa, kampus, pesantren, dan dunia usaha membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat berhasil ketika semua pihak bergerak bersama. Tugas kita adalah memastikan manfaatnya dirasakan oleh semakin banyak masyarakat,” ujar Menko Muhaimin.
Menurutnya, berbagai inovasi yang telah menunjukkan hasil positif perlu terus dikembangkan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di satu wilayah.
Kolaborasi antarlembaga juga diperlukan supaya program pemberdayaan yang berhasil dapat menjadi contoh dan diterapkan sesuai kebutuhan daerah lainnya.
Kemenko PM Dorong Kolaborasi Desa hingga Perguruan Tinggi
Muhaimin menilai gerakan pemberdayaan masyarakat tidak dapat berjalan secara optimal apabila hanya mengandalkan satu pihak.
Pemerintah daerah, perguruan tinggi, pesantren, dunia usaha, dan lembaga filantropi memiliki peran dalam mengembangkan solusi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.
Melalui Mandaya Awards dan Innovillague 2026, Kemenko PM berupaya memperkuat hubungan antarpemangku kepentingan agar berbagai program inovatif dapat menjangkau lebih banyak daerah.
Pemberdayaan masyarakat juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.
Dengan demikian, program yang dijalankan diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan.
Apresiasi Kontribusi Mahasiswa dan Perguruan Tinggi
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., menyampaikan bahwa Mandaya Awards dan Innovillague merupakan bentuk penghargaan bagi pihak-pihak yang telah menghadirkan inovasi pemberdayaan.
Ia secara khusus menyoroti kontribusi mahasiswa dan perguruan tinggi dalam mengembangkan solusi berbasis potensi daerah.
Menurut Abdul Haris, keterlibatan kalangan akademisi dapat membantu masyarakat mengembangkan inovasi yang relevan dengan persoalan di lingkungan masing-masing.
“Semoga apresiasi ini menjadi semangat baru untuk terus menjadi teladan dan motor penggerak bagi lahirnya masyarakat yang berdaya, adil, dan sejahtera, serta agar aksi nyata pemberdayaan yang telah berhasil dapat diadaptasi di berbagai daerah,” ujar Abdul Haris.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat memotivasi lebih banyak pihak untuk menghadirkan program pemberdayaan yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Inovasi Diharapkan Percepat Pengentasan Kemiskinan
Kemenko PM menargetkan Mandaya Awards dan Innovillague 2026 menjadi momentum untuk memperluas penerapan inovasi pemberdayaan di berbagai daerah.
Program-program yang telah menunjukkan keberhasilan diharapkan dapat direplikasi dengan menyesuaikan karakteristik, potensi, dan kebutuhan masyarakat setempat.
Selain memperkuat kemandirian masyarakat, pengembangan inovasi tersebut juga diarahkan untuk membuka kesempatan ekonomi baru.
Melalui kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, pesantren, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat, Kemenko PM berharap upaya pemberdayaan dapat mendukung percepatan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Mandaya Awards dan Innovillague 2026 sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan dan praktik pemberdayaan agar dapat dikembangkan secara lebih luas di tingkat nasional.