- Peserta didik atau pelajar dari PAUD hingga SMA, baik negeri maupun swasta
- Balita atau anak usia di bawah lima tahun
- Ibu hamil, yang membutuhkan asupan gizi yang tepat untuk mendukung kesehatan ibu dan janin
- Ibu menyusui, yang memerlukan makanan bergizi untuk memastikan kualitas air susu ibu (ASI).
KabarIndonesia.id — Pada Hari Kamis, (21/11/2024), Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer, di kantor PM yang terletak di Downing Street 10, London.
Pertemuan tersebut menjadi momen penting dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara, dengan salah satu pembahasan utamanya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dijalankan oleh pemerintah Indonesia.
Program ini, yang merupakan bagian dari komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran, bertujuan untuk memberikan akses makanan sehat kepada anak-anak sekolah dan kelompok rentan lainnya di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, PM Keir Starmer menyambut baik inisiatif Indonesia dan membuka peluang untuk menjalin kerja sama guna mendukung pelaksanaan program MBG.
Inggris melihat peluang ini sebagai kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam bidang kesehatan dan gizi, serta untuk memberikan pembelajaran yang dapat memperkuat implementasi program di Indonesia.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, yang bertujuan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas kesehatan, khususnya bagi generasi muda, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Pada kesempatan tersebut, kedua negara juga membahas pentingnya memperkuat rantai pasokan pangan global dan ketahanan pangan di Indonesia, yang menjadi isu strategis dalam menjaga kestabilan ekonomi dan kesehatan masyarakat.
Inggris dan Indonesia sepakat bahwa ketahanan pangan yang kuat akan sangat penting untuk mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, serta untuk mengurangi risiko lingkungan yang bisa berdampak pada sistem pangan.
Mereka juga sepakat bahwa inovasi, penelitian, serta penguatan sektor pendidikan dan kesehatan adalah kunci utama untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang.
Selain itu, dalam rangka memperlancar pelaksanaan program MBG, pemerintah Indonesia telah membentuk Badan Gizi Nasional, yang diatur melalui Perpres No 83 Tahun 2024.
Badan ini akan bertugas mengawasi dan memastikan kelancaran distribusi makanan bergizi kepada sasaran-sasaran utama, termasuk anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Badan Gizi Nasional juga akan berfungsi sebagai lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, sehingga memastikan bahwa program MBG berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Program MBG ini sendiri akan dilaksanakan secara bertahap dalam lima tahun mendatang. Dimulai pada 2025, program ini menargetkan sekitar 40% dari sasaran utama pada tahun pertama, yang akan meningkat menjadi 80% pada tahun 2026, dan 100% pada tahun 2029.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk mendukung pelaksanaan program ini. Anggaran tersebut terdiri dari Rp63,356 triliun untuk pemenuhan gizi nasional dan Rp7,433 triliun untuk mendukung manajemen serta operasional program.
Dengan jumlah anggaran yang besar ini, diharapkan program MBG dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil.
Sasaran utama dari program Makan Bergizi Gratis ini meliputi empat kelompok utama yang sangat membutuhkan asupan gizi yang baik, yakni:
Pilihan Lain