Penyebaran Pemikiran Islam yang Sejalan NKRI harus Digalakkan

Jakarta – Ibarat membangun rumah, setiap media di Indonesia khususnya media Islam punya peran masing-masing. Setiap media bertugas memastikan pekerjaan mereka ‘memperindah’ bangunan Indonesia.

Maka media Islam moderat di Indonesia harus bersatu dan menyamakan persepsi tentang cara melawan narasi yang ingin memecah belah masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam diskusi dan sharing, para pegiat media Islam moderat Indonesia bersama Mabes Polri di Jakarta, Selasa (16/6/2020) siang.

Dalam diskusi yang dihadiri peserta dari beberapa media Islam itu, mereka sepakat bahwa sebagai media yang ingin menjaga keutuhan NKRI perlu bersinergi. Bersama menyatukan persepsi dan mengkonter narasi yang pro – radikalisme bahkan terorisme.

“Menjamurnya media yang mengajak pada tindak terorisme atau mengajarkan radikalisme dalam beragama harus direspon oleh media moderat, kita tidak boleh diam, maka penyamaan persepsi harus terus kita lakukan,” ujar Maliq MSN perwakilan Menara62.com.

Ilham, Perwakilan dari media Majalah Nabawi mengatakan, selain bergerak di media online juga diperlukan cara-cara yang lebih kreatif untuk membendung narasi pro radikalisme. Misalnya dengan dengan buku atau seminar online yang mempertemukan kedua gagasan.

“Agar publik dapat menilai bahayanya radikalisme. Kita bisa pula menerbitkan buku dan membuat video singkat untuk mengedukasi melalui media sosial,” ujar Ilham.

Bambang yang mewakili Mabes Polri mengaku sangat mengapresiasi kehadiran media Islam moderat di Indonesia. Dia mengharapkan dapat bersinergi agar media-media yang gemar menyebarkan keutuhan NKRI terus eksis.

“Polri selalu menekankan bahwa tujuan utamnya adalah NKRI utuh. Maka bersama media Islam moderat kita harus terus mendorong penyebaran pemikiran Islam yang mengokohkan NKRI,” pesan Bambang.

Media Islam moderat memang dituntut konsisten mengambil peran dalam menyebarkan moderasi pemikiran agama dan Islam rahmatan lil alamin yang sejalan dengan NKRI.

Pasalnya dalam beberapa survei menunjukkan ada potensi menguatnya masyarakat yang menginginkan negara dengan ideologi agama tertentu.

Hasil survei LIPI, misalnya menyebutkan ada 4 persen atau 10 juta orang Indonesia menyetujui kelompok militan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS), dan 5 persen di antaranya mahasiswa.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Penulis

5 thoughts on “Penyebaran Pemikiran Islam yang Sejalan NKRI harus Digalakkan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terkait

Ini Masalah yang Dihadapi Anak Berkewarganegaraan Ganda

KABARINDONESIA.ID – Permasalahan anak berkewarganegaraan ganda yang lahir dari perkawinan campur antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) masih menimbulkan berbagai masalah, walaupun

Sidang Pembobolan Rekening Ilham Bintang Dimulai

Kabarindonesia.id – Kasus pembobolan nomor telepon selular Indosat dan nomor rekening Commonwealth Bank milik wartawan senior Ilham Bintang memasuki babak persidangan. Berkas Kasus Pembobolan Rekening

Terbaru

Ini Masalah yang Dihadapi Anak Berkewarganegaraan Ganda

KABARINDONESIA.ID – Permasalahan anak berkewarganegaraan ganda yang lahir dari perkawinan campur antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) masih menimbulkan berbagai masalah, walaupun

Sidang Pembobolan Rekening Ilham Bintang Dimulai

Kabarindonesia.id – Kasus pembobolan nomor telepon selular Indosat dan nomor rekening Commonwealth Bank milik wartawan senior Ilham Bintang memasuki babak persidangan. Berkas Kasus Pembobolan Rekening

Kabar Video