PSBB Transisi, Penjualan Ikan di Pasar Muara Angke Kembali Normal

PSBB Transisi, Penjualan Ikan di Pasar Muara Angke Kembali Normal
Transisi PSBB, Penjualan Ikan di Pasar Muara Angke Kembali Normal

Kabar Jakarta - Ketua Asosiasi Pedagang Ikan Muara Angke (APIMA) Haji Dede mengungkapkan, selama masa Pandemi Covid-19 ini, omset penjualan ikan segar di Pasar Ikan Muara Angke ini, memang mengalami perubahan.

Ia menyebutkan, seperti saat beberapa pasar tradisional di wilayah Jakarta ditutup beberapa hari, akibat ada pedagang yang terpapar Covid-19. Maka penutupan pasar tersebut, otomatis para pedagangnya libur, sehingga pasokan ikan dari Pasar Ikan Muara Angke terhenti beberapa hari. 

"Namun sejak dua bulan ini, penjualan ikan di Pasar Muara Angke ini, bisa dikatakan kembali normal," kata H Dede saat di temui di Sekretariat APIMA Pasar Ikan Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara.

Ketua APIMA menjelaskan, ikan yang ada di Pasar Muara Angke ini, dari berbagai daerah, seperti halnya Jawa Timur, Lampung, Palembang, Balik Papan. Sedangkan ikan ini dipasok untuk wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Serang, Depok dan beberapa pasar lainnya.

Berbagai jenis ikan laut ada di Pasar Ikan Muara Angke ini, seperti kerapu, kakap, tongkol, cakalang, tuna dan banyak lagi ikan lainnya. Begitu pula ikan air tawar seperti ikan lele, mujair, hingga ikan gurame mudah ditemui, Ada juga berbagai kerang, cumi-cumi, kepiting, maupun lobster. 

H Dede mengungkapkan, aktivitas pedagang Ikan di Pasar Muara Angke ini tidak pernah sepi, dari pukul 16.00 sore sampai dengan pukul 06.00 WIB pagi tetap rame, apalagi pasar ikan ini merupakan grosir ikan yang akan dijual kembali ke Pasar Tradisonal. 

Terkait Pandemi Covid-19, H. Dede mengungkapkan, para pedagang yang ada di Pasar Ikan Muara Angke berupaya menjaga protokol kesehatan. 

“Di masa Pandemi Covid-19 ini, para pedagang ikan, kuli angkut, pembeli maupun pengunjung selalu kita ingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan,” ujarnya.

Sebagai Ketua Organisasi di Pedagang Ikan Muara Angke, H Dede bukan saja mengurusi ratusan anggotanya, akan tetapi ia turut serta dalam mensosalisasikan agar para pedagang, kuli angkut, serta pengunjung terhindar dari Covid-19.

Bahkan lanjutnya, APIMA juga bekerjasama dengan Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan (UPPP) Muara Angke, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertaninan ((DKPKP) Provinsi DKI Jakarta memberikan edukasi dan sosialisasi, pencegahan penularan Covid-19 ini. 

Selain itu pula UPPP Muara Angke bekerjasama dengan APIMA melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sekeliling pasar juga ruang publik yang ada di kawasan Muara Angke ini, paparnya.

“Kita juga minta kepada para pengunjung yang ingin berbelanja ikan selain menggunakan masker, juga melakukan tes suhu, membersihkan tangan dengan hand sanitizer atau cuci tangan dengan sabun. Kita sediakan di beberapa titik tempat untuk mencuci tangan,” ungkapnya.

Dengan terus kita ingatkan, maka para pedagang ikan semakin paham dan peduli terhadap kesehatan, tentunya harus mentaati protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Untuk protokol kesehatan seperti pengunaan masker, APIMA sendiri sudah dua kali membagikan masker. Pertama 3000 masker dan 1500 masker yang kedua. Masker tersebut dibagikan kepada pedagang, kuli angkut dan pekerja lainnya. Alhamdulillah mereka antusias,” ungkap H Dede yang sejak tahun 1986 sudah mulai berdagang di Pasar Ikan Muara Angke.

Pria asli Palembang Sukabumi ini menyebutkan di Pasar Muara Angke belum ada yang terpapar Covid-19, “Alhamdullilah disini belum ada yang terpapar, disini juga kita bekerjasama dengan pihak terkait melakukan rapid tes bagi para pedagang, tukang angkut, pengunjung, dan hasilnya negative,” ungkapnya.  

Ketua APIMA juga mengajak warga masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dan kebersihan, sehingga keluarga yang ada dirumah terhindar dari penyakit, tambahnya. (Rls)

Penulis : Redaksi

Editor : Fritz Wongkar