10 Ribu Warga Aceh Timur Mengungsi Akibat Banjir

10 Ribu Warga Aceh Timur Mengungsi Akibat Banjir
Sebanyak 9.988 jiwa warga Aceh Timur mengungsi akibat banjir setinggi 2 meter melanda wilayah tersebut. Hal tersebut diinformasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur.

KabarIndonesia.id -- Sebanyak 9.988 jiwa warga Aceh Timur mengungsi akibat banjir setinggi 2 meter melanda wilayah tersebut. Hal tersebut diinformasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur.

Hujan deras tiga hari berturut-turut mengakibatkan air sungai meluap di Aceh Timur. Akibatnya 17.648 unit rumah terendam banjir dari 226 gampong atau desa di kecamatan, Kabupaten Aceh Timur.

"Hujan deras tiga hari sebelumnya dan meluapnya sungai di daerah tersebut sehingga tinggi airnya di beberapa lokasi atau titik mencapai 200 centimeter," kata Kepala BPBD Aceh Timur Ashadi di Idi, Senin (7/12).

Sementara itu daerah yang juga terdampak banjir setinggi 2 meter di Desa Payah Laman dan Desa Ule Jalan, Kecamatan Banda Alam.

"Hampir seluruh desa di Banda Alam, tergenang. Bahkan beberapa unit rumah milik warga hanyut disapu banjir. Sedangkan untuk lokasi banjir di daerah lainnya ketinggian air rata-rata 30-120 centimeter," kata Ashadi.

Informasi yang diterima saat ini, ada 18 kecamatan yang terendam banjir itu seperti Kecamatan Peureulak Timur terdiri 14 desa, Julok sebanyak 25 desa, Peudawa terdapat tujuh desa, Sungai Raya terdiri 13 desa, Indra Makmur 11 desa, Bireum Bayeun satu desa, Pereulak ada 23 desa, Ranto Pereulak terdapat 22 desa Pante Bidari dua desa.

Kemudian Kecamatan Idi Rayeuk terdiri 12 desa, Darul Ihsan satu desa, Madat dua desa, Darul Aman dua desa, Simpang Ulim tujuh desa, Nurussalam empat desa, Pereulak Barat 12 desa dan Idi Tunong juga 22 desa, serta 13 desa di Banda Alam.

"Baru kali ini banjir terparah. Kondisi ini dipicu luapan sungai akibat guyuran hujan lebat selama tiga hari. Mudah-mudahan banjir surut. Tapi, jika hujan terus mengguyur, tidak tertutup kemungkinan tinggi air bisa bertambah," kata Ashadi. (ANTARA)

Penulis : Redaksi

Editor : Fritz Wongkar