Basarnas Hentikan Pencarian Korban dan Puing Pesawat Sriwijaya Air

Basarnas Hentikan Pencarian Korban dan Puing Pesawat Sriwijaya Air
Ilustrasi. Evakuasi kecelakaan Sriwijaya Air (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

KabarIndonesia.id -- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menghentikan pencarian puing dan korban pesawat Sriwijaya Air yang mengalami kecelakaan pada Sabtu, 9 Januari 2021. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito di JICT 2 Jakarta, Kamis (21/1).

"Mulai Kamis 21 Januari 2021 pada pukul 16.57 WIB, operasi SAR (search and rescue) terhadap kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu secara resmi saya nyatakan ditutup atau penghentian,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito di JICT 2 Jakarta, kepada sejumlah wartawan.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito menjelaskan dihentikannya pencarian karena hasil pertimbangan taktis, hasil temuan korban, efektifitas, pertemuan dengan keluarga korban, hingga rapat bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Ia menambahkan meski dinyatakan penghentian operasi, pihaknya melaksanakan operasi lanjutan yaitu berupa pemantauan dan monitor secara aktif mengenai perkembangan pencarian. Pelibatan kekuatan dalam operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan tersebut yakni kurang lebih 4.300 personel, 62 kapal laut dan 15 pesawat.

Dalam operasi pencarian dan pertolongan, tim gabungan Basarnas mengevakuasi 324 kantong jenazah yang berisi bagian tubuh korban, serpihan kecil pesawat sebanyak 68 buah, serpihan besar pesawat 55 buah.

Penulis : Redaksi

Editor : Fritz Wongkar