Lecehkan Pengusaha Daerah, Bahlil Lahadalia Diminta Belajar Bijak Dari Jokowi

Lecehkan Pengusaha Daerah, Bahlil Lahadalia Diminta Belajar Bijak Dari Jokowi
Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Annar Salahuddin Sampetoding.

KabarIndonesia.id -- Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Annar Salahuddin Sampetoding meminta   Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, untuk bijak dalam berbicara. Annar yang merupakan senior Bahlil di HIPMI, menilai pernyataan Bahlil saat tampil sebagai pembicara dalam deklarasi pencalonan Arsjad Rasjid sebagai calon Ketua KADIN di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Maret 2021 lalu, bisa melukai perasaaan pengusaha daerah. 

" Pak Bahlil ini khan pengusaha dari daerah, semestinya beliau memahami situasi kebatinan teman-teman pengusaha daerah. Jujur ini kita kecewa kok beliau bicaranya seperti itu," Kata Annar Salahuddin Sampetoding kepada KabarIndonesia, Kamis 1 April di Jakarta. 

Annar yang juga tokoh senior Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini menyayangkan sikap Bahlil yang seakan-akan melecehkan pengusaha-pengusaha yang berasal dari daerah di Indonesia.

"Saya tidak setuju dengan kata-katanya, apalagi di depan tokoh-tokoh pengusaha. Ia merendahkan dirinya sendiri. Se akan-akan orang daerah adalah  peminta minta, Ini yang tidak bijak. Kita berharap Pak Bahlil belajar dari Pak Jokowi yang selalu menghormati orang-orang daerah," Papar Annar.

Lebih jauh Annar mengatakan, pernyataan Bahlil telah menjatuhkan harga diri pengusaha dari daerah yang dianggap mudah menerima sesuatu dalam bentuk rasuah.

"Saya juga menilai ucapan Pak Bahlil ini bisa-bisa ditafsirkan sebagai memberi peluang politik uang bagi suksesi di Kadin. Ini bukan zamannya lagi seperti itu," kata Annar mengingatkan.

Kekecewaan Annar Sampetoding ini disampaikan dalam Whatsapp Group atau WAG Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Sulawesi Selatan yang didukung hampir sebagian anggota yang rata-rata pengusaha dari Sulsel ini.

"Saya sangat kecewa. Saudara Bahlil adalah representasi orang daerah yang menjadi harapan kita orang daerah bisa membawa perubahan seperti bapak Jokowi," lanjutnya. 

"Saya sebagai senior Bahlil berharap, Ia menyadari kekeliruannya dan meminta maaf kepada sahabat-sahabatnya dari daerah. Jadi orang tidak boleh sombong dan takabur," harap Annar.

Sebelumnya Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meminta agar pengusaha daerah memilih figur calon Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) yang bisa bersinergi dengan pemerintah.

"Dalam rangka mensinergikan Kadin dan Pemerintah butuh sosok yang mampu mengkomunikasikan. Banyak urusan pemerintahan diselesaikan secara informal. Meski pengesahan tetap dilakukan secara formal. Saya melihat bang Arsyad mampu berkomunikasi secara informal," kata Bahlil yang disambut aplaus dari peserta dalam acara mendukung Arsjad Rasjid untuk maju menjadi calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2021-2026.

Hal ini disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam deklarasi pencalonan Arsjad Rasjid di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Maret 2021 lalu.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia juga menyatakan dukungannya kepada Arsjad dan meminta pengusaha daerah memilih figur pemimpin yang ideal.

"Teman-teman daerah harus pintar-pintar memilih calon Ketua Kadin yang bisa berkomunikasi dengan pemerintah. Tolong teman-teman daerah. Ini pesta teman-teman di daerah.Bang Arsyad ini konglomerat. Mainkan dulu ini barang. Kocok dulu," ujar Bahlil.

Bahlil mengaku baru mengenal Arsjad pada Pemilihan Presiden beberapa waktu lalu. Ia mengenal Arsjad sebagai sosok yang murah senyum.

"Tolong bang Arsyad mengikuti apa yang telah dilakukan bang Rosan. Orang daerah itu. Maaf kata yaa. Saya mewakili orang di daerah. Kita ini di Jakarta punya duit terus tidak memperhatikan teman-teman di daerah. Teman-teman daerah ini kaya-kaya juga. Bukan karena kita miskin. Cuma perlakuan kita kadang-kadang yang merusak kepentingan kita sendiri," tutupnya.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang dikonfirmasi  soal hal  tersebut, belum memberi jawaban. Pesan Whatsapp yang dikirim hanya dibaca. Bahkan saat redaksi KabarIndonesia.id menghubunginya, melalui telepon selularnya juga tidak diangkat.

Penulis : Fritz V Wongkar

Editor : Redaksi