Tekan Penyebaran, Pemprov Sulsel Laksanakan Program Wisata Corona

Makassar- Sejumlah upaya untuk menekan angka penularan kasus Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Salah satunya yakni dengan menerapkan program karantina terpusat atau yang diberi nama program Wisata Covid-19.

Program yang mulai dijalankan sejak akhir April ini diperuntukkan khusus untuk OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pemantauan) serta orang-orang yang terkonfirmasi positif tanpa gejala, dan secara sosial mereka dinilai tidak layak untuk melakukan isolasi mandiri.

Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel yang juga Koordinator Program Wisata Covid-19, Husni Thamrin mengatakan, karantina terpusat merupakan langkah intervensi dengan prinsip memisahkan yang sakit dari yang sehat.

Cara ini, kata dia, bukanlah hal yang baru dalam menangani wabah atau pandemi penyakit menular. Negara seperti China, Korea Selatan, Singapura dan Australia telah menerapkan sistem karantina terpusat dalam penanganan Covid-19.

Husni menjelaskan, secara umum, konsep karantina terpusat adalah merawat mereka yang positif, suspect dan kontak erat, di fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah dalam hal ini hotel berbintang secara gratis, diantaranya: Swissbell Hotel, Hotel Almadera, dan beberapa hotel berbintang lainnya di kota Makassar.

“Tujuannya, agar orang infeksius tidak menularkan kepada yang sehat dan mendapatkan perawatan dini, sehingga dapat langsung dirujuk dan ditangani jika kondisi mereka mengalami gejala,” kata Husni.

Ia mengungkapkan, ada berbagai kendala yang dihadapi di lapangan sehingga penanganan untuk OTG, ODP maupun orang-orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dilakukan dengan karantina terpusat dan bukan isolasi mandiri.

Pertama, isolasi mandiri bersifat sukarela, sehingga memungkinkan suspek dan kasus tanpa gejala dapat berjalan-jalan dan menularkan ke masyarakat umum. Kedua, isolasi mandiri tidak efektif di kawasan padat penduduk, yang mana satu rumah dapat dihuni oleh dua sampai tiga kepala keluarga. Ketiga, potensi orang muda tanpa gejala yang membawa virus bercampur dengan orang tua, kelompok rentan dan yang memiliki penyakit penyerta.

Menurut Husni, kelebihan dari program Wisata Covid-19 yang ditawarkan oleh Pemprov Sulsel ini, selain pemantauan kesehatan oleh tim medis yang 24 jam, juga dukungan psikologis diberikan kepada peserta.

“Menu makanan juga disusun ketat untuk memenuhi dan menjamin kebutuhan gizi dari peserta.
Kebutuhan gizi peserta ini termasuk diet tinggi kalori dan tinggi protein, agar cepat pulih dan sembuh. Demikian juga halnya dengan protap dan SOP telah memenuhi standar WHO dan Kementerian Kesehatan,” terangnya.

Husni menerangkan, dalam hal pencegahan dan pengendalian infeksi, semua prosedur yang dijalankan dalam program Wisata Covid-19 ini mengikuti SOP dari WHO. Semua relawan dan petugas dilengkapi dengan APD sesuai dengan level dari tugas masing-masing.

“Semua petugas termasuk pegawai hotel sebelum masuk bertugas dilakukan rapid test dan diulang setiap 10 hari untuk menjaga keselamatan para petugas dan relawan,” terangnya.

“Strategi ini diharapkan dapat memutus mata rantai penularan dan penyebaran penyakit Covid-19 di Sulsel. Jika dilakukan terpusat di Makassar, maka diharapkan dapat mencegah penyebaran dan munculnya epicentrum baru kabupaten/kota lain,” sambungnya.

Sementara untuk peserta, semua yang masuk akan discreening dengan rapid test sebelum mengikuti program ini. Algoritma pemeriksaan laboratprium dibuat sesuai dengan alur dari Kementerian Kesehatan. Swab PCR akan dicek menjelang akhir masa karantina. Penempatan kamar akan dilakukan berdasarkan status dari peserta serta hasil pemeriksaan laboratoriumnya.

“Mereka melakukan aktifitas di dalam kamar, makan dan beribadah di kamar. Untuk meningkatkan kebugaran dan imunitas, maka pada pagi hari mereka dengan secara bergilir dan teratur keluar berjemur dan senam sambil diedukasi tentang Covid-19, sehingga mereka akan pulang dalam keadaan sehat, dan akan menjadi Duta Covid-19 yang menjelaskan kepada masyarakat seperti apa sebenarnya Covid-19 itu, dan bagaimana penanganannya,” paparnya.

Sekadar diketahui, peserta Wisata Covid-19 ini tak hanya berasal dari Makassar. Puluhan OTG , ODP serta orang-orang yang terkonfirmasi positif tanpa gejala dari berbagai kabupaten/kota yang ada di Sulsel juga diikutkan dalam prgram ini.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, hingga Jumat (8/5) sudah lebih dari 350 OTG , ODP serta orang-orang yang terkonfirmasi positif tanpa gejala yang mengikuti program ini. Diantaranya:
283 peserta di SwissBell Hotel dan 63 orang di Hotel Almadera. Sejumlah hotel juga telah dipersiapkan jika nantinya peserta program ini terus bertambah.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Penulis

One thought on “Tekan Penyebaran, Pemprov Sulsel Laksanakan Program Wisata Corona

  1. guys ada kabar keren nich,
    mau dapatin duit dengan mudah tanpa keluar keringat?
    dan bisa jadi jutawan dalam waktu yang tidak lama,
    buruan yach ke bola165
    jangan ketinggalan untuk menjadi jutawan….

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terkait

Terbaru

Kabar Video